1.
Wacana Deskripsi
Tepat pukul 06.00 aku
terbangun, diiringi dengan suara ayam yang berkokok seolah menyanyi sambil
membangunkan orang-orang yang masih tertidur. Serta aku me lihat burung-burung
yang beterbangan meninggalkan sarangnya untuk mencari makan. Dari timur sang
surya menyapaku dengan malu-malu menampakkan cahayanya. Aku berjalan kehalaman
depan rumah, tepat dihadapan ku ada sebuah jalan besar. Dari kejauhan
terbentang sawah-sawah dengan padi masih
kehijauan yang terlihat sangat indah, dan membuat hati menjadi damai. Di sawah itu,banyak aktivitas-aktivitas
yang dilakukan oleh petani, ada petani
yang sedang membajak sawah, dan ada juga petani yang sedang mencari rumput
untuk makanan binatang peliharaannya seperti kambing, sapi, dan kerbau.
Di halaman rumah kakek ku yang menghadap ketimur, terdapat pohon-pohon yang
rindang. Ada pohon mangga yang
sedang berbuah lebat, disamping kiri pohon mangga terdapat
pula pohon jambu air yang belum berbuah karena belum musimnya. Dan disebelah
kanan rumah ada pohon rambutan yang buahnya manis. Sungguh pemandangan yang
indah desa yang sangat asri dan damai ini. Desa tempat tinggal kakek ku serta
tempat kelahiran ku yaiti Desa Mekarsari. Aku sering berkunjung
kesini, selain bisa bertemu kakek dan
nenek, aku juga bisa melihat pemandangan yang indah dan dan bias meraskan kedamaian.
2. Wacana Eksposisi
Membuat
Manisan Lemon
Buah
lemon kaya akan kandungan vitamin c yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Buah
lemon dapat dibuat menjadi berbagai jenis makanan dan minuman segar. Contohnya
seperti jus dan manisan lemon. Membuat manisan lemon tidaklah sesulit yang kita
bayangkan. Kita cukup menyiapkan alat dan bahan seperti: lemon, madu, pisau dan
stoples.
Setelah
alat dan bahan siap, maka tahap yang pertama adalah mencuci lemon hingga bersih
kemudian lemon dipotong menjadi beberapa bagian secara vertikal membentuk
lingkaran. Tahap kedua, masukan potongan lemon kedalam stoples.setelah itu,
tambahkan madu secukupnya sesuai dengan selera masing-masing. Kemudian stoples
ditutup rapat. Diamkan selama kurang lebuh 2 jam agar madu meresap. Bila anda
ingin menikmati sensasi manisan lemon yang segar, manisan lemon bisa anda
masukan ke dalam kulkas atau pendingin. Manisan lemon siap dinikmati.
3. Wacana Argumentasi
Merokok dapat membahayakan
kesehatan penggunanya. Tanpa disadari, rokok yang mereka hisap merupakan racun
bagi tubuh mereka sendiri. Penggunaan jangka waktu pendek mereka belum
merasakan, hanya batuk-batuk kecil saja. Tetapi dalam penggunaan jangka waktu panjang
bisa menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan
janin.
Rokok yang mengandung
zat-zat berbahaya seperti nikotin, tar, karbon monoksida, zat karsinogen, dan
zat iritan inilah yang dapat menyebabkan penyakit bahkan kematian. WHO
memperkirakan kematian pertahunnya akibat rokok yaitu 3 juta orang. Dan di
Eropa Timur mempresentasikan 50% kematian diakibatkan oleh rokok. Selain itu,
berdasarkan hasil penelitian dan para ahli dunia menyatakan bahwa “setiap menit
tak kurang dari 60 orang dewasa mati karena rokok”.
Oleh karena itu, bagi yang
belum pernah jangan mencoba atau bahkan ingin menjadi seorang perokok. Karena
kita tahu sendiri betapa besar kerugian yang kita dapatkan dari merokok. Bagi yang
sudah menjadi perokok, agar segera menghentikannya sebelum hal-hal yang tidak
diinginkan terjadi dan menjadi penyesalan dikemudian hari. Mencegah lebih baik
daripada mengobati.
4. Wacana Narasi
Hari ini hari
sabtu, aku, Ali Sadikin, Triananda, Puri Lestari dan Imas Fera Meda berencana
menanam singkong di rumah ibu guru yaitu Bu Nur Asni Matondang. Sebelumnya kami
sudah janjian dengan ibu, sekitar jam 2 siang kami akan kerumah ibu.
Hari
ini sangat panas, sepulang sekolah tepatnya sekitar jam 12 siang kami ke daerah
Kintap yaitu kerumah keluarga Nanda untuk meminta singkong sekaligus batangnya
untuk di tanam. Sampai di sana kami tidak langsung ke ladang, kami
santai-santai dulu di bawah pohon sambil foto-foto, makan rambutan dan minum teh, karena kebetulan di buatkan minuman oleh
keluarga Nanda.
Sampai akhirnya sekitar jam 1 lebih, kami baru menuju ke
ladang. Sampai di ladang kami langsung mencabut pohon-pohon singkong yang ada
di sana sampai terasa cukup, tidak lupa kami foto-foto dulu bersama singkong
yang baru saja merasakan udara bebas.
Setelah itu kami menuju kerumah ibu Nur,tetapi ketika sampai di sana ternyata ibunya tidak
ada, jadi kami bersembunyi dulu. Sebelumnya kami sudah menelpon ibu bahwa kami
ada di rumahnya. Kemudian ketika ibu datang, kami diam dan ketika ibu bingung
karena kami tidak ada, kami langsung datang tiba-tiba dan ketawa bareng.
Setelah itu kami masuk ke rumah ibu, aku dan Ali Sadikin
mengambil peralatan untuk menanam singkong dan Puri, Fera dan Nanda langsung
masak, mereka membuat kolak dari singkong tadi dengan bahan seadanya. Singkat
cerita ketika aku dan Ali Sadikin selesai menyangkul dan menanam singkong,
kolaknya sudah matang. Kemudian kami makan bersama di rumah ibu Nur.
5.Wacana
Persuasi
Hal tersebut merupakan PR
besar bagi pemimpin Banua saat ini. Bagaimana beliau menanganinya dan bagaimana
agar tidak semakin banyak korban dan tidak terulang lagi. Selain itu, dari
masalah ini seharusnya masyarakat dapat mengintropeksi diri, terutama bagi
mereka yang dekat dengan kebun-kebun kosong atau wilayah yang berpotensi
kebakaran bahwa semua pihak perlu menyelamatkan alam ini.
Tidak hanya dari
pemerintah, namun yang lebih penting adalah kesadaran dari berbagai pihak.
Kemudian, sebagai mahasiswa, sebaiknya kita tidak hanya tinggal diam melihat
hal ini. Mari kita usahakan sebisa kita apa yang terbaik untuk Banua tercinta
ini. Misalkan dengan menggalangkan kegiatan pembagian masker untuk masyarakat
sekitar. Meskipun tidak berdampak signifikan tetapi setidaknya dapat memberi dorongan
kepada pemerintah maupun masyarakat untuk segera bergerak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar