Rabu, 21 Agustus 2013

Renungan

Pada suatu hari, seorang tukang  roti di sebuah desa kecil membeli
satu kilogram tepung pada  seorang petani. Ia curiga bahwa
tepung yang dibelinya tidak benar-benar seberat satu
kilogram. Beberapa kali ia menimbang tepung itu. Dan
benar saja, berat tepung tersebut tidak penuh satu kilogram.
Sekarang ia yakin, bahwa petani itu telah melakukan kecurangan.
Ia melaporkan pada hakim, dan petani itu disidang di pengadilan.
Pada saat sidang, hakim berkata pada petani,
"Wahai petani, tentu kau mempunyai timbangan, bukan?"
"Tidak, tuan hakim," jawab petani.
"Lalu, bagaimana kau bisa menimbang tepung yang kau jual
itu?" tanya hakim.
Petani itu menjawab, "Ah, itu mudah sekali, tuan hakim. Untuk
menimbang tepung seberat satu kilogram tersebut, sebagai
penyeimbangnya aku gunakan saja roti seberat satu kilogram
yang aku beli dari tukang roti itu.".

2 komentar: