Rabu, 21 Agustus 2013

Go to Bandung

Minggu pagi, 7 Juli 2013

Hari itu aku sangat bahagia karena aku akn pergi liburan ke Bandung yg pertama kalinya. Semua yg perlu ku bawa termasuk kamera dan handycam telah ku persiapkan di dalam tas ransel pemberian mamaku. Entah mengapa muka dan warna kulitku terlihat bersih dan berbinar pada saat itu. Aku memakai jaket biru warna laut , celana levis hitam2 agk buram dan juga topi hitam.

Menunggu mobil yg menjemputku datang, aku mengecek kembali bawaanku. Terlihat tak ada yg ktinggalan, akupun membuka lagi hp kesayanganku dan seperti biasa, jika ada momen penting maka ku tuliskan di jejaring sosial facebook. Tapi belum selesai aku mengupdate status, mobil yg ditunggu2 telah datang. Kemudian aku menaikkan dlu semua barang2 bawaan ku ke dalam mobil, baru setelah semuanya telah di dalam mobil , mobil itu pun pergi meninggalkanku sendiri. Tanpa ku duga tiba2 hujan mengguyurku dan setelah itu ada suara seseorang yg tidak asing berkata padaku "woyy, udah siang bro , jgn tidur terus ... bangun, bangun ...". Ternyata hujan itu adalah usaha ahim membangunkanku dan suara yg menggugahku itu juga berasal darinya.

Expresi,,,

By : Ali/Roni

Renungan

Pada suatu hari, seorang tukang  roti di sebuah desa kecil membeli
satu kilogram tepung pada  seorang petani. Ia curiga bahwa
tepung yang dibelinya tidak benar-benar seberat satu
kilogram. Beberapa kali ia menimbang tepung itu. Dan
benar saja, berat tepung tersebut tidak penuh satu kilogram.
Sekarang ia yakin, bahwa petani itu telah melakukan kecurangan.
Ia melaporkan pada hakim, dan petani itu disidang di pengadilan.
Pada saat sidang, hakim berkata pada petani,
"Wahai petani, tentu kau mempunyai timbangan, bukan?"
"Tidak, tuan hakim," jawab petani.
"Lalu, bagaimana kau bisa menimbang tepung yang kau jual
itu?" tanya hakim.
Petani itu menjawab, "Ah, itu mudah sekali, tuan hakim. Untuk
menimbang tepung seberat satu kilogram tersebut, sebagai
penyeimbangnya aku gunakan saja roti seberat satu kilogram
yang aku beli dari tukang roti itu.".

Jumat, 10 Mei 2013

KEUNIKAN ANGKA 37



Angka 37 jika dikali dengan angka kelipatan 3 (smpe perkalian 3*9) maka hasilnya akan kembar :
37*3 = 111
37*6 = 222
37*9 = 333
. . .
. . .
37*27 = 999

Atau bisa di tulis
111/(1+1+1) = 37
222/(2+2+2) = 37
333/(3+3+3) = 37
444/(4+4+4) = 37
555/(5+5+5) = 37
666/(6+6+6) = 37
777/(7+7+7) = 37
888/(8+8+8) = 37
999/(9+9+9) = 37

Angka 37 jika dikalikan dengan angka 33 maka hasilnya angka kembar terbalik, semakin bnyak angka 3 maka semakin bnyak jumlah angka tersebut di tengah" hasil perkalian, misalnya :
37*33 = 1221
37*333 = 12321
37*3333 = 123321
37*33333 = 123331
dst…
begitu pula dengan angka 66
37*66 = 2442
37*666 = 24642
37*6666 = 246642
37*66666 = 2466642
dst…
juga angka 99
37*99 = 3663
37*999 = 36963
37*9999 = 369963
37*99999 = 3699963
dst…
begitu juga angka 1212, namun untuk angka 12, bagian tengah dari angka hasil bukan angka 12
37*12 = 44844
37*1212 = 4484844
37*121212 = 448484844
37*12121212 = 44848484844
dst…
angka kelipatan 3 jika diselipkan angka 0 ditengah dan dipinggirnya diberikan angka yang sama dengan angka paling depan jika dikalikan 37 hasilnya kembar namun angka tengahnya adalah jumlah dari angka ke 3 dan angka ke 5, misalnya
37*303 = 11211
37*606 = 22422
37*909 = 33633

namun, untuk angka kelipatan 3 yang lain, misalnya 12 smpe 27 (angka kelipatan selanjutnya tidak dihitung) akan dihasilkan angka kembar
37*12012 = 444444
37*15015 = 555555
37*18018 = 666666
. . .
. . .
37*27027 = 999999

Coba Sobat Soulmate cari yang lain dari Keunikan Angka 37.
Salam Sejahtera dan Salam Soulmate ^_^_^